
Masyarakat Terjerat Sempitnya Lapangan Kerja
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja untuk tiga bulan ke depan mengalami penurunan menjadi 129,5 atau terendah sejak Desember 2022. Hal ini menunjukkan masyarakat belum melihat akan ada perubahan jumlah lapangan kerja hingga April 2025.
PHK Melesat, Pengangguran Melonjak
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 59.796 pekerja terkena PHK dari Januari hingga Oktober 2024. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 31,2% dari tahun sebelumnya.
PHK besar-besaran ini terjadi seiring banyaknya pabrik pada sektor manufaktur atau industri pengolahan yang tutup dalam 2 tahun terakhir. Disisi lain, peluang kerja yang semakin minim diiringi dengan jumlah tenaga kerja yang kian melonjak.
Gen Z (Masih) Mendominasi
Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada 2024 sebesar 4,91 persen. Lulusan baru yang akan memasuki pasar kerja setiap tahun masih mendominasi. BPS mencatat, hampir 10 juta generasi muda (17 – 24 tahun) yang termasuk ke dalam Gen Z di Indonesia berstatus menganggur.
Penawaran Tak Sesuai Permintaan
Selain ketidak-cocokan dengan pertumbuhan lapangan kerja, tantangan yang dihadapi pekerja juga meliputi kebutuhan akan pengalaman dan tingkat pendidikan.
Melihat hasil survei Riset Populis dan KitaLulus, 46% perusahaan mengaku kesulitan mencari calon karyawan karena kesenjangan dalam beberapa kriteria. Terlebih lagi adanya peningkatan otomasi di berbagai sektor kerja yang tampaknya akan berdampak pada hilangnya 85 juta lapangan pekerjaan.barang yang berakhir dibuang karena sudah dibeli namun ternyata tak dibutuhkan.
Bonus Demografi, Antara Beban dan Motivasi
Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030. Momen langka ini terjadi ketika jumlah penduduk yang berada dalam usia produktif (15-65 tahun) lebih besar dibandingkan usia non produktif.
Hal ini bukan hanya mendorong peningkatan ekonomi yang pesat, tetapi dapat menjadi jaminan terciptanya angkatan kerja berkualitas. Namun disisi lain, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi justru dapat menjadi tantangan, bahkan beban.
Referensi:
Warga RI Was-Was, Cari Kerja Makin Sulit Sampai Lebaran. (2024, November 11). CNBC Indonesia. Retrieved Desember 22, 2024 from https://www.cnbcindonesia.com/research/20241111112816-128-587219/warga-ri-was-was-cari-kerja-makin-sulit-sampai-lebaran
Riset Sebut 46% Perusahaan Sulit Cari Pekerja, tapi Hampir 46.000 Pegawai di-PHK. (2024, Agustus 24). Katadata. Retrivied Desember 22, 2024 from https://katadata.co.id/berita/nasional/66c9dbb746d9f/riset-sebut-46-perusahaan-sulit-cari-pekerja-tapi-hampir-46000-pegawai-di-phk
Akui Banyak Warga Butuh Pekerjaan, Jokowi: Too Few Jobs For too Many People (2024, September 19). Kompas. Retrivied Desember 22, 2024 from https://nasional.kompas.com/read/2024/09/19/15533871/akui-banyak-warga-butuh-pekerjaan-jokowi-too-few-jobs-for-too-many-people
Benarkah Gen Z susah cari kerja? begini faktanya! (2024, Oktober 10). Antara News. Retrivied Desember 22, 2024 from https://www.antaranews.com/berita/4425285/benarkah-gen-z-susah-cari-kerja-begini-faktanya
Bonus Demografi: Peluang dan Tantangan di 2045 (2024, Juni 4). Kompas. Retrivied Desember 22, 2024 from https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/bonus-demografi-peluang-dan-tantangan-di-2045
Comments